Psikologi di Balik Pamer: Mengapa Beberapa Orang Merasa Perlu Menunjukkan Kekayaan?
Sebuah tas bermerek seharga puluhan juta rupiah tidak lebih hangat dari tas kanvas biasa. Namun setiap hari, jutaan orang memilih untuk membawanya — dan memastikan orang lain melihatnya. Perilaku pamer kekayaan bukan fenomena baru, tapi di era media sosial, skala dan kecepatannya berubah drastis. Yang menarik bukan soal barangnya, melainkan mengapa otak manusia merasa perlu melakukan ini. AI Generated · Google Imagen Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan 'Conspicuous Consumption'? Lebih dari Sekadar Belanja Ekonom dan sosiolog Thorstein Veblen memperkenalkan istilah 'conspicuous consumption' — konsumsi mencolok — pada akhir abad ke-19. Idenya sederhana: sebagian besar pembelian barang mewah bukan tentang fungsi, melainkan tentang sinyal sosial. Kamu tidak membeli jam tangan seharga ratusan juta karena ia lebih akurat dari jam tangan murah. Kamu membelinya agar orang lain tahu kamu mampu membelinya. Yang mengejutkan adalah betap...